Pemberdayaan Kader dengan KOMPAS (Komunitas Peduli Kesehatan) dalam Menyukseskan Program Vaksinasi HPV oleh Kelompok KKN Tematik Universitas Diponegoro

Vaksinasi HPV merupakan program baru yang digencarkan oleh pemerintah sejak 2023 silam dengan sasaran anak sekolah pada program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah). Tentu dengan adanya program vaksinasi HPV ini masyarakat masih awam untuk memahami hal tersebut. Sebagai penggerak kesehatan di masyarakat, kader kesehatan harus memiliki pemahaman dan pengetahuan terkait vaksinasi HPV sebagai bekal untuk melaksanakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) pada masyarakat luas.
Kelurahan Pringrejo menjadi saksi pelaksanaan program multidisiplin dengan tujuan meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan pengetahuan mendalam demi terwujudnya vaksinasi HPV yang optimal melalui program KOMPAS (Komunitas Peduli Kesehatan Kelurahan Pringrejo) yang melibatkan ibu-ibu kader kesehatan Kelurahan Pringrejo yang dilaksanakan pada 1 Februari 2025.
Kegiatan ini diawali dengan pemberian materi mengenai Ca serviks oleh Mufidatun Wafiyah, mahasiswa KKN Tematik dari Program Studi Ilmu Keperawatan. Media yang digunakan dalam penyampaian materi yaitu flyer dan PowerPoint yang bertujuan untuk memudahkan para kader nantinya menyebarkan informasi terkait Ca Serviks kepada masyarakat sekitar. Sesi ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan terdapat 8 orang aktif dalam memberikan pertanyaan mengenai Ca Serviks terutama pada skriningnya.
Sementara itu, mahasiswa KKN Tematik dari Program Studi Biologi, Muhammad Bintang Yanuar, memegang tanggung jawab dalam memberikan sosialisasi awal sebagai upaya dalam penguatan kepada kader, dengan materi yang dibawakan berjudul “Kenali Virus HPV Melalui Media Edukatif”. Dalam kegiatan ini disampaikan mengenai mengenal virus, macam virus HPV, hingga contoh media edukatif beserta langkah dalam pembuatannya. Media edukatif yang dibawakan Muhammad Bintang Yanuar pada sesi ini berupa replika virus HPV menggunakan bahan dasar plastisin yang diwarnai dengan cat. Media ini tentu dapat diterapkan oleh para kader apabila akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga dapat menjadi media edukatif yang memudahkan dalam penyampaian materi.
Selanjutnya, para kader dipersilakan untuk mengunjungi beberapa pos yang telah disediakan, masing-masing dirancang untuk memberikan wawasan dan keterampilan yang bermanfaat di berbagai bidang.
Pada pos pertama, “Pojok Kesmas Sehat” berisikan tiga mahasiswa sebagai pemberi materi yang ketiganya berasal dari Program Studi Kesehatan Masyarakat. Amrina Husnun membuat inovasi edukasi berupa booklet interaktif yang berisi kumpulan pertanyaan dan jawaban seputar kesehatan reproduksi, kanker serviks, dan vaksinasi HPV. Booklet ini dirancang untuk membantu kader memberikan penjelasan yang akurat dan mudah dipahami oleh masyarakat, sehingga mereka dapat menjawab berbagai pertanyaan yang sering muncul dengan lebih percaya diri. Dengan pendekatan yang informatif dan praktis, booklet ini diharapkan menjadi panduan efektif dalam meningkatkan kesadaran serta pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi. Ayu Khusnia membuat inovasi buku saku yang berjudul “Wujudkan Herd Immunity melalui Vaksinasi HPV” yang berisi informasi terkait penjelasan singkat terkait vaksinasi HPV dan cara membangun herd immunity melalui program vaksinasi HPV sebagai langkah mencegah Ca Serviks. Dengan media buku saku ini diharapkan kader kesehatan dapat lebih mudah menyampaikan informasi secara ringkas dan jelas kepada masyarakat. Sedangkan, Ardiva Kusumastuti menyusun leaflet dengan judul “Sukseskan Vaksinasi, Optimalkan Komunikasi” berisikan materi komunikasi efektif mengenai pentingnya komunikasi efektif, unsur-unsur penunjang keberhasilan komunikasi efektif, hambatan komunikasi efektif, saluran dan media komunikasi efektif sebagai bekal para kader dalam melakukan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi kepada masyarakat khususnya terkait materi vaksinasi HPV, manfaat, dan efek samping.
Pada pos kedua, yakni “Pojok Gizi Ceria” yang diinisiasi oleh dua mahasiswa Program Studi Gizi dan satu mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis. Nabila Syifa, mahasiswa Program Studi Gizi, menyusun leaflet informatif yang berisi materi mengenai kebutuhan gizi anak dan remaja, termasuk pentingnya asupan makronutrien dan mikronutrien yang seimbang. Leaflet ini diharapkan dapat membantu para kader dalam memahami konsep dasar gizi serta menerapkannya di lingkungan mereka. Sementara itu, Marsyanda Oksa menyusun buku resep berjudul “20 Ide Kreasi Menu PMT Sebelum & Sesudah Vaksinasi”, yang memuat berbagai pilihan menu bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Buku ini menjadi referensi bagi kader dalam menyusun menu tambahan yang sesuai dengan kondisi kesehatan anak sebelum dan setelah menerima vaksin.
Menyasar di bidang keilmuan lain, Naufal Haidar, mahasiswa Administrasi Bisnis, membuat video edukasi mengenai sistem informasi dan pendataan digital untuk kegiatan Posyandu. Hal ini dilakukan karena mengingat kelemahan pencatatan secara manual yang beresiko kesalahan penulisan dan kehilangan data, sehingga perlu adanya digitalisasi pencatatan data. Pada video yang dibuat, dicantumkan juga pengenalan aplikasi SiGIZI TERPADU yang merupakan aplikasi kembangan KEMENKES RI yang berfungsi untuk pencatatan dan pemantauan gizi anak dan ibu hamil.
Setelah kegiatan ibu kader mengunjungi pos, terdapat sesi sosialisasi mengenai pengoptimalan fasilitas dan tata letak posyandu yang ideal. Sosialisasi ini disampaikan oleh Widyana Atmania, mahasiswa dari Fakultas Sekolah Vokasi, Program Studi Arsitektur. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan wawasan mengenai strategi penataan ruang yang efisien, pemanfaatan fasilitas yang lebih maksimal, serta desain yang mendukung kenyamanan dan aksesibilitas bagi masyarakat yang datang ke posyandu.
“Terima kasih atas segala ilmu yang telah disampaikan kepada kami. Semoga ilmu yang kita dapatkan hari ini bisa bermanfaat bagi kami semua dan diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.” Ujar Ibu RW setempat selaku kader posyandu.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan pemahaman kader kesehatan Kelurahan Pringrejo tentang vaksinasi HPV. Dengan inovasi media edukatif yang interaktif, kader diharapkan mampu menyebarkan informasi secara efektif. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pendekatan multidisiplin dapat memberikan dampak luas bagi kesehatan masyarakat.
Kelurahan Pringrejo menjadi saksi pelaksanaan program multidisiplin dengan tujuan meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan pengetahuan mendalam demi terwujudnya vaksinasi HPV yang optimal melalui program KOMPAS (Komunitas Peduli Kesehatan Kelurahan Pringrejo) yang melibatkan ibu-ibu kader kesehatan Kelurahan Pringrejo yang dilaksanakan pada 1 Februari 2025.
Kegiatan ini diawali dengan pemberian materi mengenai Ca serviks oleh Mufidatun Wafiyah, mahasiswa KKN Tematik dari Program Studi Ilmu Keperawatan. Media yang digunakan dalam penyampaian materi yaitu flyer dan PowerPoint yang bertujuan untuk memudahkan para kader nantinya menyebarkan informasi terkait Ca Serviks kepada masyarakat sekitar. Sesi ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan terdapat 8 orang aktif dalam memberikan pertanyaan mengenai Ca Serviks terutama pada skriningnya.
Sementara itu, mahasiswa KKN Tematik dari Program Studi Biologi, Muhammad Bintang Yanuar, memegang tanggung jawab dalam memberikan sosialisasi awal sebagai upaya dalam penguatan kepada kader, dengan materi yang dibawakan berjudul “Kenali Virus HPV Melalui Media Edukatif”. Dalam kegiatan ini disampaikan mengenai mengenal virus, macam virus HPV, hingga contoh media edukatif beserta langkah dalam pembuatannya. Media edukatif yang dibawakan Muhammad Bintang Yanuar pada sesi ini berupa replika virus HPV menggunakan bahan dasar plastisin yang diwarnai dengan cat. Media ini tentu dapat diterapkan oleh para kader apabila akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga dapat menjadi media edukatif yang memudahkan dalam penyampaian materi.
Selanjutnya, para kader dipersilakan untuk mengunjungi beberapa pos yang telah disediakan, masing-masing dirancang untuk memberikan wawasan dan keterampilan yang bermanfaat di berbagai bidang.
Pada pos pertama, “Pojok Kesmas Sehat” berisikan tiga mahasiswa sebagai pemberi materi yang ketiganya berasal dari Program Studi Kesehatan Masyarakat. Amrina Husnun membuat inovasi edukasi berupa booklet interaktif yang berisi kumpulan pertanyaan dan jawaban seputar kesehatan reproduksi, kanker serviks, dan vaksinasi HPV. Booklet ini dirancang untuk membantu kader memberikan penjelasan yang akurat dan mudah dipahami oleh masyarakat, sehingga mereka dapat menjawab berbagai pertanyaan yang sering muncul dengan lebih percaya diri. Dengan pendekatan yang informatif dan praktis, booklet ini diharapkan menjadi panduan efektif dalam meningkatkan kesadaran serta pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi. Ayu Khusnia membuat inovasi buku saku yang berjudul “Wujudkan Herd Immunity melalui Vaksinasi HPV” yang berisi informasi terkait penjelasan singkat terkait vaksinasi HPV dan cara membangun herd immunity melalui program vaksinasi HPV sebagai langkah mencegah Ca Serviks. Dengan media buku saku ini diharapkan kader kesehatan dapat lebih mudah menyampaikan informasi secara ringkas dan jelas kepada masyarakat. Sedangkan, Ardiva Kusumastuti menyusun leaflet dengan judul “Sukseskan Vaksinasi, Optimalkan Komunikasi” berisikan materi komunikasi efektif mengenai pentingnya komunikasi efektif, unsur-unsur penunjang keberhasilan komunikasi efektif, hambatan komunikasi efektif, saluran dan media komunikasi efektif sebagai bekal para kader dalam melakukan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi kepada masyarakat khususnya terkait materi vaksinasi HPV, manfaat, dan efek samping.
Pada pos kedua, yakni “Pojok Gizi Ceria” yang diinisiasi oleh dua mahasiswa Program Studi Gizi dan satu mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis. Nabila Syifa, mahasiswa Program Studi Gizi, menyusun leaflet informatif yang berisi materi mengenai kebutuhan gizi anak dan remaja, termasuk pentingnya asupan makronutrien dan mikronutrien yang seimbang. Leaflet ini diharapkan dapat membantu para kader dalam memahami konsep dasar gizi serta menerapkannya di lingkungan mereka. Sementara itu, Marsyanda Oksa menyusun buku resep berjudul “20 Ide Kreasi Menu PMT Sebelum & Sesudah Vaksinasi”, yang memuat berbagai pilihan menu bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Buku ini menjadi referensi bagi kader dalam menyusun menu tambahan yang sesuai dengan kondisi kesehatan anak sebelum dan setelah menerima vaksin.
Menyasar di bidang keilmuan lain, Naufal Haidar, mahasiswa Administrasi Bisnis, membuat video edukasi mengenai sistem informasi dan pendataan digital untuk kegiatan Posyandu. Hal ini dilakukan karena mengingat kelemahan pencatatan secara manual yang beresiko kesalahan penulisan dan kehilangan data, sehingga perlu adanya digitalisasi pencatatan data. Pada video yang dibuat, dicantumkan juga pengenalan aplikasi SiGIZI TERPADU yang merupakan aplikasi kembangan KEMENKES RI yang berfungsi untuk pencatatan dan pemantauan gizi anak dan ibu hamil.
Setelah kegiatan ibu kader mengunjungi pos, terdapat sesi sosialisasi mengenai pengoptimalan fasilitas dan tata letak posyandu yang ideal. Sosialisasi ini disampaikan oleh Widyana Atmania, mahasiswa dari Fakultas Sekolah Vokasi, Program Studi Arsitektur. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan wawasan mengenai strategi penataan ruang yang efisien, pemanfaatan fasilitas yang lebih maksimal, serta desain yang mendukung kenyamanan dan aksesibilitas bagi masyarakat yang datang ke posyandu.
“Terima kasih atas segala ilmu yang telah disampaikan kepada kami. Semoga ilmu yang kita dapatkan hari ini bisa bermanfaat bagi kami semua dan diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.” Ujar Ibu RW setempat selaku kader posyandu.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan pemahaman kader kesehatan Kelurahan Pringrejo tentang vaksinasi HPV. Dengan inovasi media edukatif yang interaktif, kader diharapkan mampu menyebarkan informasi secara efektif. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pendekatan multidisiplin dapat memberikan dampak luas bagi kesehatan masyarakat.